Jumat, 29 Juli 2011

Ayam Bakar Bu Pujo, Bedrek Selatan-Grogol Nikmatnya Ayam Bakar ‘’Sopongiro’’

Tak hanya Ayam Bakar Nganjuk. Ternyata Grogol juga punya racikan ayam bakar yang enak dan lezat yang tak kalah nikmat. Namun, Ayam Bakar Sopongiro-Grogol ini punya ciri khas dengan racikan bumbu-bumbu pilihan dan berisi potongan daging yang empuk. Hemm….penasaran mencicipinya?
Kota Panas, Grogol sebagian besar bejualan berbagai makanan atau membuka warung lesehan untuk memanjakan para masyarakat sekitar yang ingin mencicipinya. Berbagai makanan seperti nasi pincuk, nasi bebek, gurami bakar, yang nikmat tersedia di kota Grogol ini. Namun, belum lengkap rasanya jika bertandang ke kota ini tapi tak menyambangi makanan yang terkenal, yaitu di Jl. Irian Bedrek Selatan Grogol. Dengan cuaca yang sangat panas dan tidak bersahabat, tak ada salahnya menikmati secoek ayam bakar yang enak dan lezat.

            Siapa yang tak mengenal ayam bakar sopongiro? Hidangan sejenis nasi putih, di tambah ayam bakar dan lalapan daun kemangi, mentimun, gobis dan sambal bajak. Di atas ayam bakar di siram racikan bumbu – bumbu pilihan yang manis. Namun pernahkah terbayang? Jika anda dapat menikmati ayam bakar dengan racikan bumbu yang manis terasa gurih dan lezat? Ayam bakar yang seperti ini dapat anda jumpai di warung lesehan sopongiro di Ds. Bedrek Kec. Grogol Kab. Kediri.

            Jika anda kebetulan berada di Kec. Grogol dan berada di seputaran Ds. Bedrek, lajukan kendaraan anda menuju Jl. Irian. Kemudian 50 meter dari pertigaan jalan akan menemukan warung lesehan sopongiro yang berada di sebelah barat atau kanan jalan dari Jl. Irian, Bedrek Selatan.

            Meski hanya berupa warung lesehan yang tidak terlalu besar, namun kepopulerannya warung lesehan sopongiro yang terkenal dengan ayam bakar sopongiro ini tak perlu di ragukan lagi di bandingkan dengan warung lesehan di sebelahnya yang bernama warung lesehan PAM. Warung lesehan yang telah berdiri selama kurang lebih 10 tahun ini di ambil dari Bu Pujo pemilik warung lesehan. Pada awalnya Bu Pujo hanya mencoba membuka warung lesehan kecil. Dalam hati Bu Pujo berniat siapa tahu warung tersebut nantinya bisa menjadi warung lesehan yang besar banyak pengunjungnya. Niatnya itu lama kelamaan menjadi kenyataan. Yang dulunya warung lesehan kecil, sekarang menjadi warung lesehan besar yang banyak di kunjungi orang – orang berbagai kalangan. Perubahannya itu di karenakan kerja keras Bu Pujo serta masakannya yang terkenal enak dan lezat. Semenjak itulah warung lesehan tersebut di namakan warung lesehan sopongiro. Sopongiro yang di ambil dari bahasa jawa, karena pemiliknya asli orang jawa yang tinggal di Ds. Bedrek. Sopongiro mempunyai arti tersendiri bagi pemiliknya, yaitu dalam bahasa Indonesia sopongiro itu siapa tahu. Siapa tahu niatnya yang baik tersebut menjadi kenyataan, yang akhirnya menjadi kenyataan juga sampai saat ini.

            Kalau kita berkunjung ke warung lesehan sopongiro, sesampainya di warung lesehan tersebut sudah terlihat kerumunan orang menyantap berbagai hidangan seperti ayam bakar, gurami bakar dan lain sebagainya. Meski saat itu cuaca di grogol cukup terik dan kondisi warung lesehan yang tidak berAC, namun tak menyurutkan niat para pengunjung untuk mencicipi hidangan warung lesehan sopongiro.

Buruan datang dan rasakan lezatnya masakan warung lesehan sopongiro.Di jamin 100% halal..!

Dengan  Konsep Lesehan,  Bosan dengan hidangan sambil duduk di meja makan? Anda bisa bertandang ke warung lesehan sopongiro. Tempat makan dengan konsep lesehan ini menghadirkan nuansa yang berbeda. Mulai dari tata ruang yang di desain layaknya suasana lesehan di perkotaan dan musik penggiring berupa musik pop, dan lainnya serta keadaannya ruang yang bersih, penuh dengan pepohonan dan bunga – bunga. Selain itu menu – menu yang lain hadir disini, sebut saja ikan bakar gurami, soto ayam, dan lain sebagainya.

Empuknya Daging Ayam Bakar , Jika anda lapar, pilih menu yang mengenyangkan seperti ayam bakar. Menu ini terbuat dari ayam yang di bakar yang di beri racikan bumbu – bumbu pilihan. Kemudian di tabur dengan kecap manis. Ayam bakar ini di sajikan dalam coek kecil dengan di beri sambal bajak dan lalapan daun kemangi, mentimun, dan gobis, di tambah dengan nasi putih. Saat menyantap hidangan ini, potong kecil lalu masukkan dalam mulut, rasa gurih daging ayam bakar menyatu lembut dengan racikan bumbu – bumbu pilihan yang manis. Jika merasa terlalu gurih, coba santap bersama nasi putih. Untuk ayam bakar sopongiro, seporsi harganya Rp.10 ribu dan dapat di santap untuk 1-2 orang.

            Sensasi Gurih, Seporsi ayam bakar yang terdiri atas nasi putih , ayam kampung, sambal bajak, serta di lengkapi lalapan daun kemangi, mentimun, dan gobis. Sensasi pertama saat menyantap hidangan ayam bakarnya adalah terasa gurih dan lezat yang membuai lidah. Terlebih jika di atas ayam bakar di tambahkan kecap manis, air jeruk nipis dan sambal. Wuuiiihhh……rasanya makin mantap.Uueennakk tenan rek! 

Pelanggan, Dengan lokasi yang strategis membuat lesehan sopongiro ini banyak sekali di kunjungi. Apalagi saat weekend, mulai dari anak muda, karyawan hingga rombongan keluarga. Lesehan sopongiro mulai beroperasi dari pukul 9 pagi hingga pukul 21.00. Buruan datang dan nikmati hidangan ayam bakar ala sopongiro.

Ulfatu Nikmah
07.1.01.07.0062

MANTAPNYA MIE CAK WARIS



Beragam taktik dan strategi yang inovatif senantiasa dilancarkan para pebisnis sebagai upaya untuk dapat mengambil hati para konsumen.
Seperti halnya usaha Depot Cak Waris, yang dimiliki oleh Pak Waris (49), yang awalnya melarikan diri dari keluarganya karena keadaan ekonomi, akhirnya sekarang telah memberanikan diri untuk membuka usaha depot sendiri. Usaha ini mulai dirintis tahun 1979 silam karena ketidaksengajaan. “Dulu awalnya Pak Waris hanya iseng untuk melarikan diri ke Surabaya meninggalkan orangtua dan kakaknya karena faktor ekonomi, waktu itu saya berusia kira-kira 17 tahun, dan teman menawari pekerjaan yaitu ikut membantu jualan mie di Surabaya,” ujar Pemilik Depot Cak Waris ini. Walhasil, sedikit demi sedikit jiwa kewirausahaan yang terpendam dalam dirinya mulai terasah.
Menariknya yaitu mengenai pemberian nama Depot Cak Waris pada usaha depotnya. Bukan karena jenis masakannya tetapi karena nama pemiliknya yaitu Pak Waris. Kini para konsumen atau pelanggan menyebut segala menu yang ada di sana dengan sebutan pemiliknya seperti mie cak waris, cap cay cak waris serta nasi goreng cak waris. Menu yang terlaris yaitu mie karena rasanya yang benar-benar mantap serta lezat telah membuat para pelanggan ketagihan. Setelah Pak Waris jualan mie gerobak di Surabaya pada tahun 1979 – 1992. Dan modal lebih banyak akhirnya beliau memutuskan untuk pindah di Dusun Bringin pada tahun 1992 sampai sekarang. Tepatnya di Kecamatan Badas, Dusun Bringin, yakni di Jalan Hoscokroaminoto (utara terminal Bringin/ perempatan Bringin)
 Pada dasarnya tidak ada resep khusus yang digunakan oleh Pak Waris ini dalam menjalankan usaha depotnya. Beliau percaya bahwa nasib dan rejeki sudah ada yang mengatur yakni Allah SWT. “Saya tidak pernah berusaha untuk mempromosikan masakan ini Mbak, pelanggan yang datang dari luar kota hanya dapat informasi dari warga mungkin,” terangnya. Pak Waris memang tertantang untuk mengubah nasibnya menjadi lebih baik.
Berkat konsistennya dalam menyajikan sebuah masakan yang bercita rasa tinggi, nama depot cak waris terdengar sampai ke luar kota. Meskipun tanpa disertai iklan dan promosi, banyak masyarakat yang menyukai masakan Pak Waris ini. Bahkan banyak yang menyebutkan kalau depot yang memfokuskan pada masakan mie, cap cay dan nasi goreng ini dianggap cocok dan menyatu dengan lidah masyarakat.
 Harga per porsi terjangkau mulai dari Rp6000. Omset per bulan yang diperoleh Pak Waris meningkat karena rasanya yang lezat, porsi yang banyak serta harga yang terjangkau telah membuat banyak pelanggan berdatangan. Depot Cak Waris ini dibuka pada hari senin-minggu (setiap hari), mulai pukul 16.00 sampai 22.00. Jumlah konsumen antara 90 hingga kurang lebih 150 orang.  Dengan jumlah karyawan tiga orang yang terdiri dari Pak Waris, Ibu Listiani dan keponakannya (Sunarno). Mie tersebut disajikan dengan sederhana namun menggoda selera para konsumen. Penyajian mie dicampur dengan acar, cabe rawit, sayuran, daging ayam dan bumbu khas ala Cak Waris. Mie Cak Waris ini disamping melayani menu siap makan, beliau juga melayani pesanan untuk acara-acara keluarga. Konsumen bisa menghubungi nomor HP 085735383662 atas nama Pak Waris.
Berkaca dari pengalamannya selama berjualan di Surabaya, dia berharap kelak usahanya bisa semakin sukses dan dapat dikenal lebih luas lagi baik di dalam maupun di luar kota.
Sunarno (Keponakan Pak Waris)
“Jika saya lihat, paman merupakan sosok orangtua yang sabar, tekun, dan tegar. Serta tidak segan-segan untuk memberi peringatan atau teguran kepada anaknya jika sang anak melakukan kesalahan dengan tujuan untuk mendidik.”
Running Fitriana
07.1.01.07.0052



KUE KERING BERHIASKAN “GLASUR”

Kue kering tidak asing bukan !!! ya …  kue yang biasanya buat temen minum kopi atau teh ini telah berganti nama menjadi cookies sesuai dengan perkembangan zaman semakin modern. Cookies atau kue kering adalah salah satu makanan yang terbuat dari tepung terigu ini sangat diminati berbagai kalangan masyarakat, terutama menjelang hari raya Idul fitri, Natal, dan hari raya besar lainnya. Tak heran jika menjelang hari-hari besar banyak home industri yang mendadak membuat aneka kue kering dalam jumlah besar. 
Kue kering banyak kita jumpai di pasar, toko, mini market, moll, dan pusat perbelanjaan lainnya. Kue kering juga di kemas dan di bentuk dengan kemasan dan bentuk beraneka ragam, mulai dari toples yang beraneka bentuk, mika, bahkan ada juga yang dirangkai menjadi parsel yang indah. Rasa cookies atau kue kering ini beraneka ragam seperti: Manis  ( missal )  kue berhiaskan ‘Glasur”, putri salju, nastar, semprit mawar, kue kacang, dll. Asin  / gurih ( missal kastengel, kabin, wijen nanas alur gulung, dll.   
Salah satu home industri yang memproduksi kue kering adalah “ ADINDA “ Bekery  milik Ibu Komiasih yang terletak di Desa Tiru kidul Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri. “ADINDA” Bakery sudah berdiri sejak taun 2005.    
Bahan membuat kue kering:    
Tidak jauh berbeda dengan kue kering lainnya, kue kering memiliki bahan dasar berupa :   
       Tepung terigu, maizena, vanili, mentega, gula, dan telur
Sedangkan untuk variasi    tambahannya bisa digunakan :
       Kacang tanah, kenari, keju, gula kastrol, aneka selai, pewarna dll 
Sedangkan untuk variasi hiasan tambahannya biasanya dipergunakan : 
       Glasur, keju, kacang mede, sepringkel, gula warna, cokelat keping, dll  
Cara membuat : 
Menurut Ibu Komiasih ( pemilik “ADINDA” Bekery ) pembuatan kue kering sangatlah mudah yaitu :  
1. Masukkaan mentega, gula, dan telur mixer selama 3 menit, kemudian masukkan tepung terigu, maizena dan  vanili aduk hingga rata
2. Cetak dengan cetakan yang berbentuk lucu
3. Oven selama 170 derajat Celsius, selam 3 menit 
4. Setelah matang, lapisi glasur yang sudah di beri warna sesuai selera



        Salah satu keunggulan kue kering “ADINDA”  Bekery ini adalah “ Kue kering berhiaskan Glasur ” atau lebih tepatnya kue Klasik ini memiliki rasa yang lebih enak karena terbuat dari bahan-bahan berkualitas dan tidak mengandung bahan pengawet. Selain itu bentuknya yang menarik hiasan di atasnya juga membuat kue ini semakin cantik sehingga tidak heran kalau kue ini banyak peminatnya ungkap Ibu Komiasih pemilik “ADINDA”  Bakery.  
       Beberapa jenis kue kering yang ditawarkan antara lain: Nastar Keju, Nastar Cengkeh, Semprit mawar, Kastengel, Kue Kacang, Cokelat Keping, Putri Salju, Kue berhiaskan Glasur atau kue Klasik, Cokelat Tabur Kacang, Kue Bunga Meisis, Wijen Nanas Alur Gulung, Kacang Telur dan dll. Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp 10.000.00 sampai Rp 50.000.00 ribu, sesuai dengan jenis dan ukuran kue
      Setelah di lakukan survey terhadap beberapa pembeli, dapat di ketahui bahwa sebagaian besar dari mereka (pembeli) menyukai kue yang di keluarkan dari “ADINDA” Bakery karena memiliki rasa yang nikmat dan harganya pun terjangkau. Hal itu sesuai dengan pendapat Ibu Wiwik ( pemilik pabrek Tajimas ) yang menyukai kue buatan “ADINDA” Bakery selain harganya murah rasanya pun juga enak berbeda dengan produk di tempat lain yang harganya mahal tetapi rasanya kurang memuaskan. 

Saya paling suka kue dengan kue kering berhiaskan Glasur karena bentuknya yang lucu, unik dan menarik, sehingga cocok untuk parsel “ungkap Ibu Luluk dari Gurah. 

Selain kue kering,” ADINDA “ Bakery juga menawarkan kue jenis lain, misalnya : Donat, Roll Gulung, Karamel, Spiku, putu Ayu, Dadar Gulung, Cake Hias untuk ulang taun dan pernikahan, dan dll. 

Siti Nurjannah 
07.1.01.07.0054
IV B

TAHU KUNING KHAS KEDIRI

Kota tahu, sebutan itulah yang akrab diberikan sebagai julukan Kota Kediri. Hal itu, karena salah satu makanan khas Kediri adalah tahu kuning. Jika kita berjalan di sepanjang Jalan Pattimura atau Jalan Yos Sudarso, akan kita jumpai banyak toko yang menjual dan memproduksi tahu kuning.

Sebagaimana namanya, tahu kuning adalah tahu yang berwarna kuning. Secara keseluruhan tahu kuning tidak jauh berbeda dengan tahu putih biasa. Perbedaannya hanya terletak pada warna dan proses akhir pembuatannya. Berikut ini akan dipaparkan beberapa hal tentang tahu kuning.

Penemu Tahu:
 Tahu, pertama kali ditemukan oleh Liu An, yaitu seorang bangsawan dari China. Tahu berasal dari kata serapan dari bahasa Hokkian (tauhu), yang secara harfiah diartikan sebagai “kedelai yang difermentasikan”. Di Jepang dikenal dengan nama tofu. Makanan ini dibawa oleh para perantau China keseluruh dunia termasuk Indonesia. Di kediri sendiri, sekarang sudah dipatenkan produk tahu kuning sebagai makanan khas kota ini.
Bahan Dasar:



Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa bahan baku tahu adalah kedelai. Untuk membuat tahu yang berkualitas tinggi lebih baik dipilih kedelai putih berbiji besar. Syarat kedelai yang bagus untuk menghasilkan tahu berkualitas adalah:
1.      bebas dari sisa tanaman (kulit, batu, kerikil, ranting, dll).
2.      tidak berlubang/bebas dari serangan hama
3.      biji kedelai tidak keriput
4.      tidak berbau, dll


Bahan Tambahan Pembuatan Tahu Kuning:

Bahan tambahan yang diperlukan dalam pembuatan tahu kuning adalah asam cuka (kadar 90%) dan kunyit. Menurut Bapak Halim (pengusaha tahu kuning “PONG”, Kediri), “Asam cuka berfungsi untuk memisahkan air dengan sari kedelai serta mengendapkan sari kedelai menjadi tahu”. Sedangkan kunyit berfungsi untuk memberi warna kuning pada tahu. Kunyit hanya diperlukan dalam pembuatan tahu kuning, sedangkan untuk tahu putih tidak diperlukan kunyit.


Cara Membuat:

  1. bersihkan kedelai dari kotoran (kerikil, batu, ranting, dll);
  2. rendam kedelai selama kurang lebih 4 jam;
  3. cuci kedelai sampai bersih;
  4. giling kedelai menjadi bubur kedelai;
  5. rebus bubur kedelai sampai mendidih;
  6. setelah mendidih, saring bubur kedelai di atas kain kasa;
  7. campurkan asam cuka ke dalam sari kedelai, diamkan beberapa saat;
  8. setelah air dan sari kedelai memisah/ sari kedelai mengendap, buang airnya;
  9. endapan sari kedelai dicetak sambil di tekan / dipress;
  10. setelah endapan tahu mengeras, kemudian dipotong-potong dan siap di pasarkan;
  11. untuk tahu kuning, tahu yang telah dipotong-potong di rebus dengan larutan kunyit selama 10 menit untuk memberi efek warna kuning.


Perbedaan Tahu Kuning dengan Tahu Putih
Tekstur tahu kuning lebih keras/kenyal daripada tahu putih. Hal itu karena proses pengepresan tahu kuning lebih lama dan lebih keras, sebagaimana dikatakan oleh Ny. Halim (pengusaha tahu kuning “PONG”, Kediri), bahwa “Kalau tahu kuning itu dipress lebih kuat dan lebih lama sehingga lebih banyak air yang keluar dan menghasilkan tekstur yang lebih padat. Sedangkan tahu putih tidak dipress sehingga masih banyak mengandung air dan menghasilkan tahu yang mudah hancur (tahu gembur)”. Sedangkan menurut salah satu karyawati perusahaan tahu kuning “Mbah Kacung” Kediri, menyatakan bahwa, “Tahu kuning lebih kenyal karena tahu kuning adalah tahu yang sudah matang karena sudah direbus dengan larutan kunyit sedangkan tahu putih lebih lembek karena masih mentah”.
Untuk daya tahannya, tahu kuning hanya dapat bertahan selama satu hari pada suhu ruang. Dan bisa mencapai satu minggu jika disimpan dalam lemari es. Sebagaimana dikatakan oleh Bapak Halim bahwa “Tahu hanya dapat bertahan selama satu hari setelah itu tahu harus diawetkan dengan cara merebusnya kembali dalam air mendidih selama 10 menit, sedangkan jika disimpan dalam kulkas bisa tahan sampai satu minggu”.
Dari hasil survei terhadap beberapa pembeli tahu kuning, dapat disimpulkan bahwa menurut mereka (terutama yang datang dari luar kota), tahu Kediri lebih gurih daripada tahu produksi dari kota lain. Salah satunya adalah Ny. Amin-Surabaya menyatakan bahwa, “Tahu Kediri lebih gurih daripada tahu yang ada di Surabaya”. Maka dari itu tak heran jika banyak pengunjung dari luar kota yang terlihat memadati toko-toko tahu kuning di sepanjang Jalan Pattimura dan Jalan Yos Sudarso untuk membeli tahu kuning sebagai oleh-oleh. Beberapa merk dagang tahu kuning yang ada di Kediri antara lain: POO, PONG, LYM, MIKIMOS,TTL, dan lain-lain.







Kandungan Gizi Tahu
Selain enak, ternyata tahu juga sangat bermanfaat. Sebagai hasil olahan kedelai, tahu memiliki kandungan gizi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan gizi dalam tahu antara lain: protein, lemak, karbohidrat, kalori, mineral, fosfor, vitamin B kompleks, vitamin B12, vitamin E, kalium, dan lain-lain. Setelah dilakukan beberapa penelitian, terbukti bahwa ‘tahu’ dapat membantu menurunkan kolesterol, mencegah kanker payudara, mencegah penuaan dini, dan lain-lain.
Meskipun kandungan gizi tahu sangat tinggi, ada beberapa hal yang harus diwaspadai saat membeli ‘tahu’, karena tidak sedikit produsen ‘tahu’ yang berbuat curang dengan menambahkan formalin ke dalam tahu agar tahu yang dihasilkan lebih awet. Dosen pada Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Sugiyono, mengatakan bahwa “Jika tahu dapat tahan lebih dari satu hari pada suhu ruang, besar kemungkinan tahu tersebut sudah diberi pengawet”.
Dra. Budi Utami (Dosen Biologi UNP Kediri), berpendapat bahwa: ciri-ciri tahu yang mengandung formalin adalah: tahu lebih awet, lebih kenyal, jika di tekan tidak kembali ke bentuk semula, tidak dihinggapi lalat, jika dimakan terasa seperti ada kristalnya.
Selain bahaya formalin, kita juga harus mewaspadai penggunaan pewarna tekstil pada tahu kuning. Pewarna alami yang seharusnya digunakan untuk membuat tahu kuning adalah kunyit. Tetapi untuk meningkatkan keuntungan produsen, biasanya mereka menggunakan pewarna tekstil karena lebih murah dan menghasilkan warna yang lebih menarik. Tahu kuning yang menggunakan pewarna alami biasanya lebih tahan lama sedangkan tahu yang menggunakan pewarna tekstil akan mudah luntur jika terkena air.
Lebih jauh Dra. Budi Utami menjelaskan bahwa, mengkonsumsi makanan yang mengandung formalin atau pewarna tekstil dalam waktu lama dapat menyebabkan gangguan pada ginjal. Hal itu karena ginjal harus bekerja ekstra keras untuk menyaring zat-zat kimia yang masuk ke dalam tubuh bersama dengan makanan. Meskipun demikian bukan berarti kalau semua ‘tahu’ mengandung formalin. Sebagaimana dikatakan pula oleh Dra. Budi Utami bahwa,  “Kedelai yang berkualitas baik akan menghasilkan tahu yang bagus meskipun tanpa menggunakan tambahan bahan kimia/formalin”. Oleh karena itu, kita harus selalu waspada dan berhati-hati dalam memilih makanan. Pastikan makanan yang kita konsumsi terbebas dari formalin dan bahan kimia lainnya.

Nurul Isro’ Anah  
            07.1.01.07.0047

Kambing Muda, Penambah Darah “SATE SORNONGKO”


Nganjuk- Siapa tak suka sate, apalagi jika olahan rumah makan  Pak Isbandi. Sate kambing muda yang sudah terkenal sejak dulu di Madura, dan kini tesedia di Nganjuk tepatnya lokasi jualan di Ds. Joho, Kec. Pace, Kab. Nganjuk. Awal mula berdirinya warung ini tidak disengaja oleh pak Isbandi dan istrinya, karena beliau hanya mencoba-coba untuk berjualan sate saja, hingga akhirnya .  Jika perjalanan ke Kediri pasti melewatinya, ataupun ke Nganjuk. Letaknya strategis berada di pinggir jalan raya Joho dan depannya terdapat pepohonan yang rindang yaitu Pohon Nangka. Sate kambing Pak Isbandi berdiri sejak tahun 2002, walaupun masih baru ternyata memiliki rasa yang ‘mantaaaaap’ hingga saat ini.
Munculnya nama Sate Sornongko baru-baru ini yaitu sekitar tahun 2009, dulunya pada waktu berdirinya hanya bernamakan Warung Sate saja. Menurut Pak Isbandi, “Para pelanggan atau pembelilah yang mengatakan nama Sate Sornongko itu, karena warung saya di depannya ditumbuhi pepohonan Nangka hinga akhirnya saya mengikuti permintaan pelanggan. Dari situlah mulai diganti nama rumah makan saya dengan nama Sate Sornongko.”
Pak Isbandi mengungkapkan, ada resep khusus yang membuat cita rasa Sate Kambing dengan yang lain. Salah satunya adalah kambingnya selalu dipilih yang sehat dan disembelih sendiri hari itu juga. Lalu, dimasak dengan kayu bakar. Itu yang memuat rasa sate semakin ditawarkan pun bisa dipilih sesuai bagian Kambing yang diinginkan. Seperti daging saja, atau ditambah dengan gajih campur daging, dan tulang iga kambing, dll.” Ada yang ingin penambah darah jadi pilihnya yang dagingnya saja,”ujarnya.
Semua bumbunya dari bahan tradisional tanpa bahan pengawet. Mulai dari kacang, cabe merah, dan rempah-rempah tradisional. “kacangnya kacang pilihan, cabenya juga segar dipetik langsung dihalaman rumah saya, “ujar Pak Isbandi yang terjun sendiri untuk pemilihan bumbu.
Kacang digoreng sendiri kemudian dihaluskan baru dicampur dengan semua rempah atau bumbu. Rasanya enak dan tidak eneg. Teksturnya pun sangat lembut, apalagi ketika berpadu dengan kecap manis. Ehmm……………..mantaaap!
“Soal harga dijamin nggak menguras kantong. Bahkan kalau sudah menjadi pelanggan tetap mendapat diskon khusus. Dari sepuluh sunduk sate harganya Rp. 10.000,00. Porsinya pun besar seperti kotak dadu. Itu pun bisa dibawa pulang atau makan di warung saya,”Ujarnya.
Menurut ilmu kesehatan sate kambing dapat menambah kolesterol, menambah energi, menambah darah, dari yang badanya letih, lesu, lunglai maupun kondisi lemah,kurang darah disarankan untuk segera menyantap makan sate kambing. Ternyata didalam kambing terdapat beberapa lemak yang mampu mengembalikan kondisi badan yang kurang sehat. Masyarakat sekitar Joho dan Pace maupun musyafir yang melintas melewatinya menyantap sate selalu di warung Pak Isbandi, karena disitulah dipercaya kambing yang dihidangkan fress bukan disimpan di dalam freezer.
Dari beberapa tetangga sekitar warung Sate Sornongko, sate tersebut memiliki keunikan yaitu dengan adanya pohon nangka yang berjejer tepat di depan warung Pak Isbandi memiliki daya tarik magnet. “Siapa saja yang melintasi jalan, dan tepat di depan warung sate sornongko ini pasti akan berhenti, karena aroma khas dari sate Sornongko ini. Tapi ada juga masyarakat berfikiran kalo ada penghuni di pohon nangka ini ada yang menarik orang atau pembeli yang melintas untuk menikmati sate sornongko ini,” Ujar tetangga Pak isbandi.
Tunggu apa lagi, penasaran dengan lokasinya dan satenya segera saja datang dan nikmati lezatnya Sate Sornongko yang ada di jalan raya Joho, Pace, telfn : 085646485173, harga terjangkau.(sms)





SUCI MAR’ATUS SARI’AH
07.1.01.07.0057
IV B